Menteri Imipas Tinjau Nusakambangan, Kalapas Pati Dampingi dan Fokus Soroti Inovasi Pemasyarakatan
Sekitar 115 hektare lahan tengah dioptimalkan, dengan 72 hektare untuk pertanian dan perkebunan padi dan jagung, sementara 32 hektare lainnya untuk tambak udang dan budidaya ikan. Peternakan juga ditargetkan menghasilkan ribuan ayam petelur, kambing, dan sapi.
Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan pabrik pupuk dan Balai Latihan Kerja (BLK) bagi Warga Binaan. Untuk mendukungnya, PLN dan BRI turut berperan dalam pengembangan infrastruktur.
Kalapas Pati, Suprihadi, menyampaikan dukungannya, “Kami mendukung penuh inisiatif ini, yang tidak hanya meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan negara. Ini adalah langkah nyata pemasyarakatan yang berorientasi pada pemberdayaan,” pungkasnya.
Menteri Imipas dan mitra kolaborasi juga melakukan penebaran benih ikan dan peletakan batu pertama pembangunan BLK. Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Agus dengan Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, mengenai sinergi pelaksanaan tugas juga berlangsung di PLTU Adipala.
Selain PLN dan BRI, perusahaan seperti PT Agro, PT 69, dan PT Wilmar Padi Indonesia turut berperan dalam mewujudkan Nusakambangan sebagai pusat ketahanan pangan. Dengan langkah ini, Nusakambangan bukan hanya dikenal sebagai pulau dengan Lapas, tetapi juga sebagai kekuatan besar penyokong ketahanan pangan nasional.
(Ahmad Jarmin)
0 Komentar