Siapakah Sosok Pemburu Makanan Tradisional di Jepara
Siapakah Sosok Pemburu Makanan Tradisional di Jepara
Pertapakendeng.com,
JEPARA – Di Pasar Apung, Desa Demaan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berderet lapak pedagang makanan tradisional.
Disana, bisa kita temukan nasi yang terbuat dari patahan hasil gilingan padi yang ukurannya kecil-kecil dan dikukus selama 30an menit, selanjutnya diurap dengan parutan kelapa muda dan garam, sehingga aromanya khas mengundang selera, yang kita kenal dengan nama Nasi Menir atau Sego Menir, dengan penyajian yang khas dan sederhana.
Minggu, 8/8/2021, Pasar Apung didatangi oleh Hunter atau pemburu makanan tradisional yaitu Mulyono, S.IP., kader Partai Demokrat Jepara, yang juga sebagai aktivis lingkungan hidup, bertempat tinggal di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara dan pengusaha biro perjalanan wisata DM TOUR (Dharma Mandiri) serta pengurus SKIn Chapter Jepara.
Dia merupakan pencinta kuliner khas Jepara dan saat hunting atau berburu ke Pasar Apung, Pesajen, Jepara, tepatnya Minggu 8/8/2021, mencoba langsung kelezatan makanan kuliner khas pesisir Jepara yaitu Nasi Menir atau Sego Menir.
Mulyono DM berharap, kegiatannya dengan penelusuran, berburu dan merasakan sensasi kuliner khas tradisional langsung ke pedagang di pasar tradisional ini, bisa lebih mengenalkan kepada anak-muda milenial, bahwa salah satu kekayaan seni budaya bangsa Indonesia khususnya Jepara adalah menu lokal dan kuliner tradisional yang khas serta melegenda, salah satunya yaitu Nasi Menir.
“Namun sayang, kekayaan khas kuliner Jepara seperti Nasi Menir, semakin tertinggal dan dilupakan. Padahal di masa Pandemi Covid-19 ini, untuk meningkatkan perekonomian dan penguatan ekonomi kerakyatan, di pusat-pusat pasar tradisional banyak kita temui pedagang yang bertahan hanya dengan menjual makanan khas atau kuliner unik dan langka,” kata Mulyono.
“Berbagai jajanan dan menu makanan tradisional lokal yang dijual oleh para penjual itu. Tidak disadari sudah ikut menjaga tradisi kuliner lokal dan ikut menjadi ujung tombak pemasaran dari menu khas tradisional semacam Nasi Menir,” tambahnya.
“Semoga kedepannya, kuliner atau jajanan khas Jepara lainnya, bisa kita datangi dan kita liput, untuk ikut melestarikan makanan tradisional yang khas dan melegenda di Kabupaten Jepara dan membantu perekonomian rakyat secara langsung, dengan membeli menu khas dan langka tersebut,” pungkasnya.
Semoga liputan ini bisa menarik minat generasi muda, agar mencintai produk kuliner tradisi warisan nenek moyang, yang tidak kalah dengan produk makanan asing dari luar negeri.
(Eko)
0 Komentar